Morotai – Selasa, 26 Oktober 2023 Kabel Optik Palapa Ring memainkan peran krusial dalam Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia, termasuk di Morotai. Namun, pengetahuan masyarakat tentang serat optik pita lebar (Palapa Ring Tengah) masih terbatas. Akibat dari kurangnya pemahaman ini, terjadi banyak insiden putusnya kabel optik Palapa Ring, baik di darat maupun di laut, yang menyebabkan gangguan jaringan telekomunikasi. Kabag Humas Pemkab Morotai, Ailan Goraahe, mengungkapkan hal tersebut melalui rilis pada Kamis (26/10/2023) malam.

Menurutnya, Palapa Ring Paket Tengah adalah Proyek Strategis Nasional yang bertujuan memenuhi kebutuhan Telekomunikasi Pita Lebar di wilayah Indonesia bagian Tengah, termasuk 17 Kota Layanan dan 10 Kota Interkoneksi. Morotai menjadi salah satu kota layanan dengan interkoneksi dari Tobelo dan Manado. Ailan menyampaikan, “Infrastruktur Palapa Ring Tengah, yang menghubungkan Tobelo ke Morotai sepanjang 55,7 KM, terdiri dari 46,9 KM Kabel Laut, 6,1 KM Kabel Darat (di Morotai), dan 2,6 KM Kabel Darat (di Tobelo).”

Sejak 2019, terjadi enam insiden kerusakan kabel optik Palapa Ring, empat di antaranya disebabkan oleh pekerjaan sipil alat berat dalam proyek prasarana umum, serta pekerjaan utilitas kelistrikan dan air minum di ruas Morotai-Tobelo. Sementara itu, dua titik kerusakan di Morotai-Melongguane disebabkan oleh vandalisme. Semua kerusakan terjadi di sisi darat.

Ailan mengatakan bahwa Pemda Morotai bekerja sama dengan PT Len Telekomonukasi Indonesia (LTI) untuk melakukan sosialisasi tentang keberadaan dan pengamanan Palapa Ring Tengah. Kegiatan ini melibatkan nelayan, pelaku usaha rumpon, dan pihak terkait, dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Pulau Morotai.

Dalam acara sosialisasi, PT LTI, Badan Usaha Pelaksana yang bertanggung jawab atas Proyek Pembangunan dan Pengelolaan Jaringan Tulang Punggung Serat Optik Palapa Ring Paket Tengah, memberikan informasi mengenai langkah-langkah preventif dan pemeliharaan kabel laut yang mahal. Selain itu, pihak LTI juga membahas aspek hukum terkait zona keselamatan kabel laut, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Kelautan dan Perikanan. Zona keselamatan melibatkan zona terlarang dan terbatas, yang harus dijaga agar tidak terjadi kerusakan pada kabel optik. 

Ailan menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pengamanan kabel fiber optik (Palapa Ring), yang menjadi tulang punggung telekomunikasi di Indonesia, terutama di Morotai. Tanpa pemahaman ini, risiko kerusakan atau pengrusakan kabel dapat mengakibatkan terputusnya koneksi telekomunikasi dan merugikan kepentingan umum, tidak hanya di Morotai, tetapi juga di kota-kota layanan lain di Halmahera hingga Sulawesi Utara.

gambar-1-morotai-2023
gambar-2-morotai-2023